budaya indonesia !

1. Tari Reog Ponorogo

  • Reog adalah salah satu kesenian budaya yang berasal dari Jawa Timur bagian barat-laut dan Ponorogo dianggap sebagai kota asal Reog yang sebenarnya. Gerbang kota Ponorogo dihiasi oleh sosok warok dan gemblak, dua sosok yang ikut tampil pada saat reog dipertunjukkan. Reog adalah salah satu budaya daerah di Indonesia yang masih sangat kental dengan hal-hal yang berbau mistik dan ilmu kebatinan yang kuat.

 

  • Peranan : Reog  biasanya dipentaskan dalam beberapa peristiwa seperti pernikahan, khitanan dan terkadang hari-hari besar Nasional. Seni Reog Ponorogo terdiri dari beberapa rangkaian 2 sampai 3 tarian pembukaan.  Setelah tarian pembukaan selesai, baru ditampilkan adegan inti yang isinya bergantung kondisi dimana seni reog ditampilkan. Jika berhubungan dengan pernikahan maka yang ditampilkan adalah adegan percintaan. Untuk hajatan khitanan atau sunatan, biasanya cerita pendekar,Adegan dalam seni reog biasanya tidak mengikuti skenario yang tersusun rapi. Disini selalu ada interaksi antara pemain dan dalang (biasanya pemimpin rombongan) dan kadang-kadang dengan penonton.

 

 

  • Tentang tarian : Tarian pertama biasanya dibawakan oleh 6-8 pria gagah berani dengan pakaian serba hitam, dengan muka dipoles warna merah. Para penari ini menggambarkan sosok singa yang pemberani. Berikutnya adalah tarian yang dibawakan oleh 6-8 gadis yang menaiki kuda. Pada reog tradisionil, penari ini biasanya diperankan oleh penari laki-laki yang berpakaian wanita.

 

  • Fungsi Tari :   Yang lebih dipentingkan dalam pementasan seni reog adalah memberikan kepuasan kepada penontonnya atau hiburan.

 

  • Alat Musik pengiring Tari :  biasanya kendang, goong, torompet dan kacapi.

 

  • Kostum Penari :    pakaian serba hitam

 

  • Jenis Tari :  Tari tradisional

 

  • Manfaat Tari :  Dapat menjadi media hiburan dan sebagai pelestari budaya di Indonesia.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

2. Tari Ganjar Ganjur

 

 

Tarian ini adalah tarian tradisi asli Kutai Kartanegara.

 

Peranan :  biasanya ditarikan hanya pada upacara-upacara besar yang dilaksanakan oleh kerabat seperti : Upacara Penyambutan Tamu-Tamu Agung. Upacara Adat ERAU, Upacara Adat Penambalan Sultan Kutai Kartanegara dan lain-lain.

Tentang tarian : Dalam pelaksanaan tarian ini masing-masing penari membawa aksesoris tari yang disebut “Gada” untuk penari pria dan “Kipas” untuk penari wanita.

Alat Musik Pengiring :  musik gamelan yang terdiri dari “Bonang” sebagai alat melodi dan gendang untuk pengiring.

Kostum Penari :  Kostum yang digunakan oleh penari pria disebut “Miskat” untuk bagian atas (baju) dan “Dodot” untuk bagian bawah (celana). Sedangkan untuk penariwanita menggunakan pakaian “Ta’wo” untuk bagian atas (baju) dan “Tapik” untuk bagian atas.

Jenis Tari :  Tari Tradisional

 

  1. Tari Payuang

 

 

 

 

Tari Payung adalah salah satu tari khas Minang, Sumatera Barat .

Peranan Tari :  Sebagai tari pergaulan muda-mudi, yang dilambangkan dengan payung sebagai pelindung. Makanya, tarian ini dibawakan secara berpasangan. Tari ini biasa dibawakan untuk memeriahkan acara pesta, pameran, dan lain sebagainya.

Fungsi Tarian ;  Tarian ini menggambarkan kasih sayang seorang kekasih.

musik pengiring tari ;  Musiknya cukup variatif, mulai dari agak pelan, lalu agak cepat dan cepat, sangat dinamis.

 

Kostum Penari :    Selain menggunakan payung sebagai alat bantu yang dimainkan oleh penari pria, penari wanita juga menggunakan selendang sebagai pelengkapnya.

Jenis Tari : Tari Klasik

 

  1. Tari Zapin

 

Keterangan

Asal-usul tarian zapin di Brunei dipercayai besar pengaruhnya dari kedatangan Pedagang Arab ke kepulauan Brunei. Tidak ada bukti yang akurat tentang hal ini, namun kedatangan pedagang Arab mampu mengubah seni budaya dari segi tarian. Bukti yang dapat dipegang yaitu banyak orang brunei keturunan Arab seperti Sultan Sharif Ali sultan Brunei ketiga.

 

Tari Zapin merupakan salah satu tarian tradisional masyarakat Melayu. Konon, tari ini berasal dari Yaman. Pencipta gerak tarian ini adalah keturunan dari Arab.
Tari Zapin mulai dikenal oleh masyarakat Melayu di Indonesia setelah para pedagang Yaman datang ke beberapa daerah di Indonesia pada awal abad ke-16. Salah satu daerah tujuan mereka untuk berdagang ketika itu yakni Riau. Namun awalnya, tarian ini hanya dimainkan secara khusus di istana kerajaan Melayu saja. Ketika itu, tari Zapin hanya menjadi pertunjukan hiburan bagi Sang Raja. Seringkali, tarian ini juga dimainkan ketika ada tamu kehormatan berkunjung ke Kerajaan Melayu di Riau.

Awalnya, yang dapat melihat pertunjukan tari Zapin hanyalah para Raja Melayu, keluarga Raja serta para kerabat kerajaan. Namun seiring jumlah peminat Zapin di Riau semakin bertambah, tarian ini juga dimainkan bagi masyarakat umum. Jika awalnya tari Zapin hanya dimainkan untuk hiburan pertunjukan saja. Kini, tarian ini telah dijadikan salah satu kesenian tradisional Melayu dan di Riau, pertunjukannya-pun menjadi media promosi budaya Melayu.

Di Indonesia, pertunjukan tari Zapin tidak hanya dijumpai di daerah Riau saja. Zapin juga tumbuh dan berkembang di beberapa daerah, seperti Bengkulu, Jambi serta Lampung. Konon, perkembangan tari Zapin ke berbagai daerah itu seiring dengan kegiatan syiar agama Islam yang dilakukan oleh para pedagang dari Arab dan Gujarat.

Mereka menjadikan Zapin sebagai media pendekatan untuk menyebarkan ajaran Islam kepada masyarakat di berbagai daerah yang ketika itu belum menganut Islam. Di Pulau Kalimantan dan Sulawesi, tarian ini juga dapat Anda temukan. Bahkan di kalangan masyarakat keturunan Arab di pulau Jawa dan Madura, tari Zapin juga tumbuh dan berkembang pesat.

Sebutan tari Zapin umumnya hanya dijumpai di Sumatera Utara dan Riau, sedangkan di daerah Jambi, Sumatera Selatan dan Bengkulu, tarian ini disebut Dana. Di Lampung, namanya menjadi Bedana, sedangkan di Jawa umumnya disebut Zafin. Masyarakat Kalimantan cenderung menyebutnya nama Jepin, di Sulawesi disebut Jippeng, sementara di Maluku lebih dikenal dengan nama Jepen.

Konon, perbedaan nama untuk Zapin dipengaruhi oleh adanya akulturasi budaya dimana tarian itu diperkenalkan untuk kali pertama. Meskipun namanya berbeda, konsep dasar dari tarian itu tetaplah sama. Nuansa Islam begitu terasa ketika tarian tradisional khas Melayu ini dimainkan. Di daerah Riau, pertunjukan Zapin umumnya dimainkan tak lebih dari 5 hingga 10 menit. Sebelum tahun 1960-an, Zapin hanya dimainkan oleh penari Lelaki. Namun kini, tarian ini juga dimainkan oleh para penari perempuan. Bahkan, tari Zapin juga seringkali dimainkan oleh beberapa pasang penari lelaki dan perempuan.

Peranan :  . Seringkali, tarian ini  dimainkan ketika ada tamu kehormatan berkunjung ke Kerajaan Melayu di Riau. tarian ini juga dimainkan bagi masyarakat umum

 

Fungsi Tarian : Jika awalnya tari Zapin hanya dimainkan untuk hiburan pertunjukan saja. Kini, tarian ini telah dijadikan salah satu kesenian tradisional Melayu dan di Riau, pertunjukannya-pun menjadi media promosi budaya Melayu.

 

Tentang tarian : Sebelum tahun 1960-an, Zapin hanya dimainkan oleh penari Lelaki. Namun kini, tarian ini juga dimainkan oleh para penari perempuan. Bahkan, tari Zapin juga seringkali dimainkan oleh beberapa pasang penari lelaki dan perempuan. Perpaduan gerak tari, musik pengiring, serta lantunan lagu berbahasa Melayu menjadi salah satu ciri khas pertunjukan Tari Zapin. Selama pertunjukan berlangsung, penari Zapin memainkan gerakan tangan dan kaki sambil mengikuti lantunan lagu dan alunan musik pengiring

Alat Musik Pengiring Tari :  Musik pengiring Zapin terdiri dari 2 alat utama, yakni alat musik gambus dan marwas. Gambus merupakan alat musik tradisional Melayu yang terbuat dari kayu pohon. Untuk menghasilkan nada, Gambus dimainkan dengan cara dipetik seperti gitar. Sedangkan Marwas merupakan alat musik tabuh yang berbentuk seperti gendang kecil. Namun seringkali, musik pengiring Zapin juga dilengkapi dengan alunan suara seruling, gendang, serta biola.

 

Kostum Penari :    Selama pertunjukan berlangsung, mereka mengenakan kostum pakaian adat Melayu dan bernuansa Islam. Penari lelaki mengenakan baju lengan panjang sebagai atasan dan celana panjang sebagai bawahan. Tak ketinggalan, mereka juga mengenakan peci sebagai penutup kepala dan kain sarung yang dililitkan di pinggang hingga sebatas paha. Kostum penari perempuan juga menutupi seluruh anggota badan, baju lengan panjang sebagai atasan dan kain panjang sebagai bawahan. Mereka juga mengenakan kerudung sebagai penutup kepala.

 

Jenis Tari :  Tari Tradisional

 

Manfaat Tari  :   Dapat menjadi media hiburan dan media promosi.

 

  1. Tari Remo

 

Asal-usul

berasal dari Jombang, Jawa Timur. Tarian ini pada awalnya merupakan tarian yng digunakan sebagai pengantar pertunjukan ludruk. Namun, pada perkembangannya tarian ini sering ditarikan secara terpisah sebagai sambutan atas tamu kenegaraan, ditarikan dalam upacara-upacara kenegaraan, maupun dalam festival kesenian daerah. Tarian ini sebenarnya menceritakan tentang perjuangan seorang pangeran dalam medan laga. Akan tetapi dalam perkembangannya tarian ini menjadi lebih sering ditarikan oleh perempuan, sehingga memunculkan gaya tarian yang lain: Remo Putri atau Tari Remo gaya perempuan.

Tata Gerak

Karakteristika yang paling utama dari Tari Remo adalah gerakan kaki yang rancak dan dinamis. Gerakan ini didukung dengan adanya lonceng-lonceng yang dipasang di pergelangan kaki. Lonceng ini berbunyi saat penari melangkah atau menghentak di panggung. Selain itu, karakteristika yang lain yakni gerakan selendang atau sampur, gerakan anggukan dan gelengan kepala, ekspresi wajah, dan kuda-kuda penari membuat tarian ini semakin atraktif saat ini tari remo telah terbagi menjadi berbagai macam gerak

 

Tari Remo merupakan tari selamat datang khas Jawa Timur yang menggambarkan kharakter dinamis Masyarakat Surabaya / Jawa Timur Yang dikemas sebagai gambaran keberanian seorang pangeran

 

Peranan Tari :  biasanya tari ini di tampilkan sebagai tari pembukaan dari seni ludruk atau wayang kulit jawa timuran.

 

Fungsi Tari :

 

Alat Musik Pengiring :  tarian itu diiringi dengan musik gamelan dalam suatu gending yang terdiri dari bonang, saron, gambang, gender, slentem, siter, seruling, ketuk, kenong, kempul dan gong dan irama slendro.Biasanya menggunakan irama 0*

33.07

Manfaat Tari :  di sebutkan bahwa tarian remo ini di promosikan sekitar tahun1900, yang kemudian dimanfaatkan oleh nasionalis indonesia untuk berkomunikasi kepada masyarakat.

Remo Putri mempunyai busana yang berbeda dengan gaya remo yang asli. Penari memakai sanggul, memakai mekak hitam untuk menutup bagian dada, memakai rapak untuk menutup bagian pinggang sampai ke lutut, serta hanya menggunakan satu selendang saja yang disemat di bahu.

 

 

6.Tari Kecak

 

 

Tari kecak ini di ciptakan pada tahun 1930-an oleh Wayan Limbak dan dengan seorang pelukis Jerman Walter Spies. Mereka menciptakan tari tersebut berdasarkan tradisi sanghyang kuno dan mengambil dari bagian-bagian kisah Ramayana

Kecak berasal dari ritual Sanghyang, yaitu tradisi dimana penarinya akan dalam keadaan tidak sadar karena melakukan komunikasi dengan tuhan, atau roh para leluhur yang kemudian menyampaikan harapan-harapannya kepada masyarakat.

 

Peranan :  dimainkan terutama oleh laki-laki dimana jumlah pemainnya mencapai puluhan atau lebih penari yang duduk berbaris dan melingkar dengan irama tertentu menyerukan suara “cak” sambil mengangkat kedua tangannya. Hal tersebut menggambarkan ketika barisan kera membantu Rama melawan Rahwana dalam kisah Ramayana.

Fungsi Tari :  Sebagai media komunikasi dengan tuhan, atau roh para leluhur yang kemudian menyampaikan harapan-harapannya kepada masyarakat.

 

Alat Musik Pengiring :  Pada tari kecak tidak menggunakan alat musik dan hanya menggunakan kincringan yang dikenakan pada kaki para penari yang sedang memerankan tokoh-tokoh Ramayana.

 

Kostum Penari :  para penari yang duduk melingkar mengenakan kain kotak-kotak yang melingkari pinggang mereka.

Jenis Tari : Tari Tradisional

 

Manfaat Tari :  Tarian ini dipopulerkan ketika Wayan Limbak bersama penari Bali-nya tour berkeliling dunia mengenalkan tarian Kecak tersebut. Hingga kini tari kecak menjadi tarian seni khas Bali yang terkenal.

 

 

 

 

 

 

 

 

  1. Tari Bajidor Kahot

 

Tari Bajidor Kahot,

Di era tahun 2000 an muncul nama satu nomor tari yang dikenal dengan nama tari Bajidor Kahot. Tarian ini dengan cepat menjadi satu trend mark apabila kita mementaskan tari Jaipongan yang berasal dari daerah Jawa Barat. Tari ini menggunakan properti kipas dan selendang. Tari bajidor Kahot adalah tarian kreasi baru yang diangkat dari kombinasi antara Ketuk Tilu dan Jaipongan.

Asal Usul :

Nama Bajidor Kahot mempunyai kemungkinan ada hubungannya dengan,Kliningan-Bajidoran merupakan sebuah bentuk pertunjukan rakyat yang diduga mulai muncul sekitar tahun 1950-an. Kemungkinan besar merupakan perkembangan dari ketuk tilu, sebab unsure yang paling esensi didalamnya masih tampak sajian kliningan-bajidoran, yaitu sinden sebagai transformasi dari ronggeng dan bajidor transformasi dari pamogoran. Sementara lagu dan tarian disajikan dengan gaya kliningan-bajidoran.

Fungsi : Pertunjukan kesenian ini merupakan ekspresi dari masyarakat Karawang, Arena Bajidoran menjadi ajang pertemuan masyarakat, bertemunya gaya kreasi, dan disadari atau tidak menjadi ajang persaingan status dan gengsi. Sehingga oleh beberapa pihak dimanfaatkan menjadi komersial dan sekuler. Hal ini menyebabkan penurunan nilai dan makna bajidoran, karena seniman semakin mementigkan selera pasar untuk tetap bertahan hidup.

Duet Bajidoran Sebuah Trend Baru
Dewasa ini, Bajidoran sedang nge-trend dengan istilah duet Bajidoran. Popularitas Bajidor seperti itu berawal ketika seorang pengusaha/petani H. Sarpin menyelenggarakan hajatan dengan dengan mengundang empat group Bajidoran sekaligus. Peristiwa itu memang jarang terjadi. namun memasuki tahun 2000, duet Bajidoran ini semakin diminati oleh para penyangga kesenian tersebut. Duet Bajidor adalah pertunjukan duet buah group Bajidor dalam satu lokasi, seperti dalam kesenian topeng Cirebon disebut Kuputarung. Masyarakat Kaleran biasa menyebut kesenian yang ditarungkan itu dengan sebutan Barungan.

Aslinya tarian ini berdurasi 13 menit tetapi untuk kebutuhan panggung dan waktu pertunjukan maka durasinya di pangkas menjadi 5 menit. Pada beberapa situs di internet disebutkan bahwa tarian ini menitik beratkan pada goyang pinggul. Tetapi sebenarnya tidak sedemikian simplenya. Karena menarikan Bajidor Kahot dan beberapa nomor tari jaipongan lainnya tidak melulu hanya bergoyang pinggul tetapi juga lengan, bahu, kepala, tangan dan ketrampilan step-step kaki.

 

Peran : Bajidor Kahot berangkat dari sebuah tarian rakyat yang bertemakan pergaulan, yang menceritakan tentang keceriaan para mojang. Itulah sebabnya tarian ini ditarikan oleh remaja-remaja putri yang cantik jelita.

Jenis Tari : Kreasi Baru

7.Tari Persembahan Dari Bengkulu

Tari Penyambutan adalah Tari Kreasi Baru yang diatur sedekat mungkin dengan Tari Kejai. Terinspirasi oleh tari Kejai karena Suku Rejang sendiri jaman dahulu tidak mempunyai Tari Penyambutan, di jaman dahulu penyambutan tamu dilakukan dengan upacara adat. Tari Kejai adalah tarian sakral dan agung, sehingga sangat pantas untuk di persembahkan untuk Penyambutan Tamu, seperti Pejabat Tinggi Negara, Menteri, Bupati yang berkunjung ke Tanah Rejang, atau pada even-even lain yang bersifat ceremonial.

Jumlah Penari
Jumlah penari tidak dibatasi,sesuai dengan tempat,bisa putra bisa pula putri, bisa juga berpasangan. Di Rejang Lembak Tari Penyambutan disebut Tari Kurak, namun dalam pembahasan disepakati menggunakan Tari Penyambutan yang telah dibakukan.

Musik yang mengiringi Tari Penyambutan
Di inspirasi oleh tarian sakral dari Tanah Rejang, musik dan alat musik Tari Penyambutan memakai alat musik khas tradisional Suku Rejang, yaitu gong dan kalintang, yang dari jaman dahulu kala di pakai pada musik pengiring tarian sakral dan agung Suku Rejang yaitu Tari Kejai.
Pada umumnya dipakai irama lagu Lalan belek dan Tebo Kabeak.

Gerakan Sembah (Penghormatan) :

1. Sembah Tari : Tangan diangkat diatas bahu
2. Sembah Tamu : Tangan diangkat diatas dada
3. Penyerah Siri setengah jongkok dan setengah berdiri pada saat berada diluar rumah
4. Khusus busana yang menyerahkan siri ( wanita ) mengenakan pakaian / baju kurung / renda penutup dada

 

Peran tarian : untuk Penyambutan Tamu, seperti Pejabat Tinggi Negara, Menteri, Bupati yang berkunjung ke Tanah Rejang, atau pada even-even lain yang bersifat ceremonial.

Jenis Tari : Tari Kreasi Baru

3 Komentar

  1. really like this, btw kamu baca ini juga???

    • y pasti la kk ,,,

      krna budaya indonesia
      hruz qta pljri donk,, bukan teknologi aj, kk

    • baca” aj smua artikeL yg rudi msukiN ,,,
      jgn Lp sarannyaa ,,,
      br jdi motivasi artikel rudi ,,,,


Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s